-->
Abbrar Kasim
Abbrar Kasim saya seorang mahasiwa di salah satu kampus swasta di Indonesia

Mengapa Harus Berpacaran? Hukum Pacaran Menurut Islam

No comments


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu! Selamat  membaca!!

Teman – teman yang sudah mulai beranjak dewasa sekarang mungkin mulai tertarik lawan jenis, baik yang laki – laki maupun yang perempuan. Ketertarikan terhadap lawan jenis sendiri sebenarnya bukan hal yang salah tetapi seharusnya kita harus tau cara mengendalikan rasa ketertarikan kita tadi. Berikut ini saya akan memberikan sedikit penjelasan mengenai tentang pacaran dan hukum pacaran dalam Islam.



Untuk kata berpacaran sendiri sudah tidak asing lagi di telingan teman – teman pastinya. Sebenarnya kata pacaran itu memiliki makna apa sih? Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata Berpacaran memiliki makna yaitu ‘bercintaan; berkasih-kasihan’ sedangkan secara umum makna dari kata berpacaran adalah proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.

Dari pengertian yang suda dijelaskan sebelumnya, bisa memberikan kita kesimpulan bahwa Berpacaran merupakan kondisi di mana dua orang yang saling memberikan kasih sayang satu sama lain dan itu dilakukan untuk saling mengenal sebelum melakukan pernikahan.


Dikalangan masyarakat sendiri sudah menganggap berpacaran merupakan hal yang biasa dan tidak perlu dipermasalahkan bahkan ada orang tua yang menganjurkan anaknya untuk berpacaran dan memberikan kebebasan untuk berpacaran.

Tetapi di sini saya akan memberikan pandangan menurut Islam tentang berpacaran, apa hukum berpacaran, hingga akibat dan kosekunsi yang di hadapi ketika berpacaran.

·         Hukum berpacaran dalam Islam

Tidak pernah dibenarkan adanya hubungan berpacaran di dalam Islam. Justru sebaliknya, Islam melarang adanya pacaran di antara mereka yang bukan muhrim karena dapat menimbulkan berbagai fitnah dan dosa. Dalam Islam, pacaran adalah haram. Diharamkanya berpacaran karena adanya aktivitas dua orang lawan jenis yang bukan muhrim berduaan yang akan menimbulkan dosa. Berikut ada sabda nabi tentang berduaan dengan lawan jenis

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi).

·         Akibat dan kosekunsi berpacaran menurut Islam

Islam sudah jelas melarang Berpacaran bukan tanpa alasan. Berpacaran sendiri merupakan perilaku yang akan mendekati bahkan bisa menimbulnya zina dan juga merupakan dosa besar. Bahaya dari pacaran sendiri bukan saja merugikan diri sendiri bahkan juga orang lain.

1.      Mendekati zina

Hal ini sudah pasti terjadi ketika berpacaran walau nantinya ada yang berkata kita berpacaran yang sehat. Tetap saja hal seperti zina ini akan selalu terselubung dalam berpacaran mulai dari saling membayangkan pasangannya dan lain hal lainnya. Padahal dalam Islam saja mengharuskan laki – laki untuk menundukkan pandangannya dari perempuan dan perempuan juga harus sadar diri akan keberadaannya di hadapan laki – laki yang bukan muhrimnya untuk menjaga dirinya. Hadis dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, mengatakan:
“Rasulullah SAW berkata kepada Ali: Hai Ali, janganlah ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena pandangan pertama untukmu (dimaafkan) dan pandangan kedua tidak untukmu (tidak dimaafkan).” (H. R. Abu Dawud).

2.      Menghilangkan konsentrasi

Sebagian teman – teman mungkin beranggapan berpacaran bisa memberikan semangat untuk belajar apa lagi memiliki pacar yang pintar makin semangat belajarnya. Sebenarnya pemahaman seperti ini sangat keliru.  Fokus belajar justru hilang dan pekerjaan jadi terabaikan. Pacaran itu tidak mudah, sebab melibatkan dua kepala, bahkan bisa tiga, empat, dan seterusnya, dengan prioritas utama adalah “bagaimana-caranya-membahagiakan-si-pacar.” Akibatnya, berbagai cara dilakukan hanya demi membuat senang satu sama lain. Rela meninggalkan pekerjaan dan membuang waktu belajar hanya demi menemani sang Pacar berjalan-jalan.

3.      Melemahkan iman

Sudah pada dasarnya berpacaran adalah haram bahkan termasuk dosa besar. Setiap orang yang melakukan dosa, seringkali ditemani dengan iblis. Memberikan berbagai godaan kepada orang agar semakin terjerumus dalam dosa. Dengan memberikan kesan yang baik dari apa yang dilakukan padahal kesemuanya hanya penuh nafsu dan terjerumus dalam dosa. Hal ini yang seringkali membuat lemahnya iman. Sampai-sampai cinta pada Sang Pemilik Nyawa pun terabaikan.

·         Solusi dari berpacaran menurut Islam

Solusi yang terbaik dari berpacaran adalah menikah, hanya menikah yang bisa menghindari dosa – dosa yang sering dilakukan ketika berpacaran. namun ktika belum mampu atau belum siap maka dengan berpuasa.

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاء

“anak-anak muda, jika kalian telah mampu, segeralah menikah ! karena pernikahan membuat mata lebih bisa tertunduk, dan kemaluan lebih terjaga. Jika belum mampu, berpuasalah, karena puasa akan menjadi tamengnya.” (Muttafaqun ‘alaihi. Redaksi riwayat Muslim no. 1400.)

·         Berpacaran secara halal menurut Islam

Sebenarnya Islam tidak melarang berpacaran, yang di larang adalah ketika berpacaran dilakukan sebelum menikah. Karena dalam Islam sendiri hubungan berpacaran itu bisa dilakukan bahkan bisa berpahala ketika dilakukan setelah menikah. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ
“Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

jadi, sebenarnya berpacaran bisa saja menjadi haram dan menhadi dosa besar ketika dilakukan sebelum menikah tetapi bisa saja menjadi halal dan berpahala ketika dilakukan setelah menikah. Untuk teman – teman yang masih berpacaran lebih baik mulai dari sekarang konsekuensi yang nantinya didapat dari berpacaran itu sendiri. Kalu teman – teman sudah bisa memilih, pastinya teman – teman tau mana yang benar dan baik yang harus teman – teman lakukan.



Sekian informasi dan penjelasan yang bisa saya bagikan kepada teman – teman sekalian. Semoga bermanfaat dan memberikan kita lebih banyak lagi pengetahuan baru. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu!


Abbrar Kasim
Abbrar Kasim saya seorang mahasiwa di salah satu kampus swasta di Indonesia

Comments